Pengalaman Hackathon Railway

Pengalaman Hackathon Railway

Pada bulan Agustus lalu, saya mengikuti Hackathon yang diselenggarakan oleh Railway (https://railway.com/?referralCode=cJaK1i), sebuah layanan cloud (PaaS) untuk menjalankan aplikasi.

Challengenya adalah membuat template dan long-form content. Pada saat itu, saya mengajukan template WordPress dengan MariaDB & Redis caching. Sederhana, but it works well.

Meskipun belum menang, submission saya tetap dinyatakan valid. Sesuai ketentuan hackathon, setiap submission valid memperoleh $25 credits.

Anehnya adalah, project saya termasuk dalam honorable mentions pada segmen kompleksitas project (https://blog.railway.com/p/hackathon-2025-winners), meskipun saya merasa hal itu bukanlah sesuatu yang kompleks.

Beberapa pekan kemudian, saya cukup terkejut saat melihat ada tambahan kredit masuk ke akun saya. Setelah ditelusuri, ternyata sumbernya adalah kickback penggunaan template. Dapat sekitar 25% selama template digunakan.

Temuan ini memotivasi saya untuk membuat template lain, seperti Firefox Browser, Portainer, dan CloudBeaver. Pada dasarnya, hanya diperlukan pemahaman umum mengenai container dan Docker, ditambah pemahaman tentang cara kerja Railway.

Namun demikian, setelah beberapa kali mengajukan template, saya terkena pembatasan tidak bisa submit template lagi. Setelah bertanya melalui email, ternyata terdapat pelanggaran Terms of Use. Saya kurang teliti dalam membaca aturan.

Dari kejadian ini, saya belajar bahwa setiap proses kreatif selalu memiliki dimensi teknis sekaligus etis yang sama pentingnya. Next time akan saya perhatikan lebih baik lagi.

Saya tetap berharap bisa kembali membuat template, baik di Railway maupun di platform lain.

Bagi saya, aktivitas membuat template adalah hal yang menyenangkan sekaligus menantang. Apalagi jika ada visualisasinya seperti di Railway dan n8n.

Adakah di antara teman-teman yang juga suka bangun template? 🤔


Bagi yang ingin deep-dive baca sejarahnya: Deploy WordPress with Redis on Railway