☔ Setup Personal Mini Server dengan Coolify
- Noor Adn
- 09 Aug, 2025

Membangun mini-infra & DevOps untuk eksperimen, automation, side project, hobi, dan lain-lain. Izinkan saya berbagi ✨
Untuk provider server/VPS sebenarnya bebas. Tapi karena semua free trial saya sudah expired di GCP, Azure, Alibaba Cloud, dkk di tahun-tahun sebelumnya, dan pada saat itu belum kepikiran buat seperti ini, jadi…
Kali ini saya pakai AWS, lebih tepatnya AWS Lightsail. Alasannya simpel, karena masih ada alokasi free trial ±3 bulan yang belum terpakai. FYI, free trial ini berlaku untuk akun yang belum pernah pakai Lightsail, meski akunnya sudah lama (saya user sejak 2021).
Spesifikasi instance yang saya pakai:
- Region: Singapore (latency ~35ms dari ISP rumah)
- Spec: 2-core CPU, 2GB RAM, 60G disk, OS Ubuntu 24 LTS
- Tambahan: Swapfile 8GB untuk backup saat ram penuh
Untuk platform self-host PaaS, kali ini saya pakai Coolify, fiturnya cukup lengkap untuk kebutuhan DevOps. Web proxy-nya default pakai Traefik.
Pendukung & integrasi:
- DNS management: Cloudflare (free plan)
- Storage & backup reguler: Cloudflare R2 (free 10GB)
- Email notifikasi: Resend (free 3000 pesan/bulan)
- Monitoring sederhana: Dashdot (web), atau htop (ssh)
Coolify menyediakan banyak template aplikasi & microservices bawaan. Kalau mau custom, bisa langsung pakai Dockerfile atau docker-compose. Saat ini server saya gunakan untuk beban ringan-sedang, seperti otomasi n8n dan blogging dengan Ghost CMS.
Untuk use-case seperti ini, saya belum butuh (dan belum belajar) logging dan monitoring yang advanced. Jadi Prometheus dan Grafana skip dulu. Paling cukup pakai Portainer untuk manage/observe container.
Sejauh ini sudah dipakai selama ± ⅔ bulan. Alhamdulillah aman jaya. Asalkan jangan gegabah eksekusi perintah horror seperti “sudo rm -rf /” 💥
Untuk workload yang lebih tinggi, biasanya saya summon vps baru dengan tipe spot/preemptible, agar lebih hemat cost per-jamnya. Tapi, dengan trade off sewaktu-waktu vps dapat dihentikan.
⚠️ Catatan penting: Untuk penggunaan kritikal dan berisiko tinggi seperti transaksi finansial atau layanan kesehatan yang dapat berdampak pada kerugian materiil atau bahkan nyawa, sebaiknya berkonsultasi dengan DevOps Engineer profesional yang berpengalaman di bidang tersebut.
Semoga bermanfaat! 🚀
[Day 18/100] hashtag#100HariMenulis - s.id/100HariNulis


