Olahraga, bentuk rasa syukur atas nikmat kesehatan dari Sang Pencipta. ✨
- Noor Adn
- 04 Jan, 2025

Olahraga bukan hanya sebuah kegiatan, tapi juga bentuk rasa syukur atas nikmat kesehatan dari Sang Pencipta. ✨
Dulu saya skeptis soal olahraga, tapi berubah setelah melihat perjuangan ibu saya (rahimahallah) melawan diabetes. 💪
Akhir tahun 2023 yang lalu menjadi tahun yang berat. Kondisi ibu memburuk hingga opname lebih dari 10 kali dalam rentang ~3.5 bulan.
Termasuk di antaranya kontrol rutin poli Kardiovaskular, Saraf, cuci darah, tambah darah, Fisioterapi, Radiologi, dll. Termasuk juga sudah familiar dengan yang namanya ruangan IGD, ruang rawat inap, Hemodialisa, HCU, hingga ICU 🏥
Beragam alat terpasang di badan saat rawat inap. Mulai selang infus, selang makan (NGT), kabel EKG, oksimeter, tensi (NIBP), ventilator mekanik, selang urine, dll. 🩺
Secara tidak langsung, saya dapat exposure di kesehatan dan lingkungan rumah sakit, seperti istilah “code blue”. 🔵
Obat-obatan seperti Metformin, terapi insulin, alat tes gula darah, alcohol swabs (antiseptik), lancet/jarum, beserta stripnya sudah jadi bagian keseharian.
Sempat beberapa kali koma, dan akhirnya qodarullah beliau wafat pada bulan Oktober 2023, tepatnya di ruang ICU RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, kamar no 6.
Kendaraan yang dipakai juga cukup beragam, mulai dari motor legendaris, becak, Grab Car, hingga ambulance — dengan suara sirinenya yang khas (ada makna yang terkandung di setiap bunyinya). Waktu-waktu bersama beliau adalah waktu yang sangat berharga, yang kini tidak bisa diulang.
Dua orang yang biasa menemani ketika berobat atau adalah ayah saya dan saya sendiri. Mungkin bisa dikatakan “intern” menjadi seorang ayah kali ya. Melihat bagaimana beliau dalam proses decison making, leadership, sikap sabar, manajemen konflik, dsb
Bahkan, di titik terendah ibu (baca: sakaratul maut), ayah tetap bersikap tenang dan menampakkan wajah seolah-olah semua baik-baik saja. Terus berprasangka baik kepada Yang Maha Kuasa.
Sekilas info, penyakit diabetes termasuk penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Treatment yang diberikan lebih pada mengontrol/memperlambat. Ada resiko komplikasi, seperti merambah ke stroke, kardiovaskular, gagal ginjal, dan lain-lain. #cmiiw
Saya belajar, bahwa kesehatan itu salah satu nikmat berharga & perlu dijaga. Sejak itu, saya tergerak untuk perbaiki gaya hidup dan memiliki concern lebih di kesehatan, setidaknya untuk diri sendiri & keluarga masa depan nanti (insyaAllah). 🌱
Terlebih lagi jika ada resiko penyakit turunan. Perlu ikhtiar/usaha seperti memperbaiki pola makan, mengurangi konsumsi gula, dan olahraga rutin meskipun hanya jalan pagi. 🚶♂️
Saya lebih suka sepedaan atau lari, cocok untuk introvert seperti saya. 🚴♂️
Press enter or click to view image in full size

Strava Year in Report — 2024 — Personal documentation
Saat ibu dirawat, saya membagi waktu antara menjaga beliau, melakukan penelitian skripsi di HSI AbdullahRoy, dan mendampingi cohort di Bangkit Academy led by Google, Tokopedia, Gojek, & Traveloka.
Hari H-1 sidang skripsi, saya masih standby di IGD. Setelah sidang selesai, segera kembali ke rumah sakit. Saya tidak banyak punya teman offline.
Alhamdulillah dimudahkan banyak hal, seperti bisa dikerjakan full remote dengan minim tabrakan jadwal.
Tahun 2023 adalah masa berduka, 2024 tahun “berpura-pura” kuat, 2025 semoga Allah mudahkan langkah kita.
Skenario Allah selalu penuh kebaikan, meskipun kita sering tak mampu melihatnya.
Kehilangan memang berat, tapi hidup harus terus berjalan. Meskipun beliau telah pergi, kewajiban berbakti tak terhenti.
Setinggi apa pun jabatan kita, di mata orang tua kita tetaplah anak. Tundukkan “sayap-sayap” Anda saat bertemu orang tua. 📝
“Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah.” — HR. Muslim (https://rumaysho.com/691-tetap-semangat-dalam-hal-yang-bermanfaat197.html)
Semoga Allah menjaga kita semua. Aamiin. 🤲
Semoga bermanfaat, baarakallahu fiikum 👋
Catatan: video hanya sebagai pemanis.


