Showing Posts From
Learning

- Noor Adn
- 09 Aug, 2025
10 Daftar Hackathon Bulan Agustus 2025
Sedang berlangsung, akan dimulai, atau masih buka pendaftaran. 1. Railway User HackathonMembuat template end-to-end & long-form content untuk Railwayđ 6 - 11 Agustus 2025 (deadline dekat)đ Link: https://blog.railway.com/p/railway-hackathon-2025 2. Pelatihan Deep Learning & Hackathon DQLab x KomdigiProgram gratis 6 tahap mulai dari pelatihan hingga hackathonđ Banyak batch, deadline terdekat 12 Agustus 2025đ Link: https://dqlab.id/pelatihan-deep-learning-hackathon-dqlab-komdigi 3. HACKATHON 16Bangun NextGen AI Agents dengan Fetch.ai di Internet Computer (ICP)đ Pendaftaran: 1 - 12 Agustus 2025 (deadline dekat)đ Link: https://disruptives.io/nextgen-agents 4. OpenAI Open Model HackathonMembangun sesuatu yang bermanfaat dengan GPT-OSSđ 6 Agustus - 12 September 2025đ Link: openai.devpost.com 5. AWS Back-End Academy HackathonBangun solusi digital berbasis AI subsektor ekonomi kreatif di Indonesiađ 8 Agustus - ±58 hari ke depanđ Link: https://dicoding.com/challenges/962 6. Code with Kiro HackathonMembangun aplikasi/software dengan AI-powered IDE Kirođ 14 Juli - 16 September 2025đ Link: kiro.devpost.com 7. RevenueCat ShipatonMembangun aplikasi baru yang terintegrasi dengan RevenueCat SDKđ 31 Juli - 1 Oktober 2025đ Link: https://revenuecat-shipaton-2025.devpost.com 8. TiDB AgentX HackathonMembangun aplikasi/software menggunakan TiDB Serverlessđ 1 Agustus - 15 September 2025đ Link: https://tidb-2025-hackathon.devpost.com 9. Liquid AI Hackathon SeriesMembangun AI yang private & real-time dengan model LFM2 secara lokalđ Setiap 2 pekan (bi-weekly)đ Link: hackathons.liquid.ai 10. GKE Turns 10 HackathonMembangun microservices dengan AI Agent di Google Kubernetes Engine (GKE)đ 18 Agustus - 22 September 2025 (upcoming)đ Link: gketurns10.devpost.com đ Pastikan baca ulang rules masing-masing hackathon.đ Cari hackathon lain di devpost.com atau Google dorking.đ€ Ada info hackathon terdekat lainnya? Share di komentar yuk... [Day 19/100] hashtag#100HariMenulis - s.id/100HariNulis

- Noor Adn
- 03 Jul, 2025
đ Cozy Downloader
đ Cozy Downloader â Tools untuk download banyak file sekaligus.Cukup input daftar URL, lalu download otomatis! â Batch download otomatisâ Tangani timeout & retryâ Zip hasilnya (opsional) dan simpan langsung Coba sekarang: https://cozydownloader.netlify.app/ đđ ïž Cara Kerja: Paste URL file yang ingin diunduh Sesuaikan mode download (seperti jumlah concurrency dan zip) Cozy Downloader akan mulai bekerjađ Catatan:Disarankan menonaktifkan opsi "ask where to save each file before downloading" di browser untuk menghindari banyak popup. đ Mekanisme Download: Cozy mencoba download langsung dari URL Jika gagal karena CORS, akan otomatis fallback pakai proxy serverđ Proxy (JS function) yang digunakan dideploy di: Cloudflare Workers (pimary) Railway (fallback jika kuota habis)đ ïž Cozy Downloader adalah submission saya di Hackathon Bolt.new bulan Juni kemarin: https://devpost.com/software/cozy-downloader đ Bagi teman-teman yang ingin fitur semisal dan lebih simpel & powerful (lewat terminal), bisa pakai program python "Pangudhuh" yang saya buat pakai AI. Cek di https://github.com/nooradn/pangundhuh/ Kira-kira apa memungkinkan bikin web downloader app semacam ini tapi tanpa proxy ya? Sedang cari solusi alternatif sih... [Day 7/100] hashtag#100HariMenulis - s.id/100HariNulis

On-Premise, IaaS, PaaS, dan SaaS itu apa ya MaaS...?
Oke, izin saya coba ceritakan dengan cara sederhana agar mudah dipahami ya⊠hashtag#CMIIW On-Premise, IaaS, PaaS, dan SaaS itu adalah istilah umum yang digunakan dalam dunia IT, khususnya pada pemodelan pemisahan batas tanggung jawab antara pihak penyedia layanan (provider) dengan pengguna (user) yang memakai layanan. On-Premise, maksudnya semuanya menjadi tanggung jawab si pengguna (user). Plusnya, kita (sebagai user) bisa lebih bebas dan leluasa mengelolanya. Minusnya, kita harus menyiapkan dan memelihara seluruh sistem serta infrastrukturnya sendiri. IaaS, atau Infrastructure as a Service, dari provider menyediakan akses ke server serta penyimpanan (storage) dan jaringan (network), dll. Tapi sistem operasi, running aplikasi, dan data masih kita yang handle. PaaS, atau Platform as a Service, satu level di atas IaaS. Kita tidak hanya dapat infrastruktur, namun juga beserta platformnya, termasuk sistem operasi dan database, dll. Cocok untuk developer yang ingin fokus coding tanpa mau ribet handle server. SaaS, atau Software as a Service, kita tinggal pakai layanannya tanpa perlu memikirkan hal-hal yang berkaitan dengan sistem yang ada di belakangnya. Contoh, pernah kepikiran atau nggak, data-data di Gmail, Canva, dan Figma kita itu disimpan di mana, bagaimana infrastrukturnya, bagaimana ia diproses, teknologi di baliknya menggunakan apa, dsb. Sebagai pengguna, pada umumnya tidak perlu tahu hal tersebut. Hmm oke. Kegunaannya bagaimana? Tergantung kebutuhan mau dipakai buat apa. Misalkan kita mau deploy (publikasikan) satu halaman web statis, tapi kita pilih layanan sewa VPS dengan RAM besar dan processor super (pilih IaaS). Apakah bisa? Bisa-bisa saja. Apakah cost-effective? Tentu tidak, bahkan rugi. Ibarat masak mie rebus 1 porsi, tapi pakai tungku kuali ukuran jumbo. Mubadzir. Kita bahkan bisa pakai layanan gratis dari GitHub Pages, CloudFlare Pages, dll (pilih PaaS). Lalu untuk MaaS itu apa? Dalam konteks ini, yang benar "mas", itu typo yang disengaja. Tapi mungkin bisa dipakai untuk nama yang keren seperti Mobility as a Service (layanan transportasi), Manufacturing as a Service (manufaktur), atau Monitoring as a Service (layanan monitoring). Atau⊠sudah ada ya? Baca lebih lanjut:https://cloud.google.com/learn/paas-vs-iaas-vs-saas?hl=idhttps://aws.amazon.com/id/types-of-cloud-computing/https://www.ibm.com/id-id/think/topics/iaas-paas-saas Referensi gambar terinspirasi dari:https://www.horizoniq.com/blog/iaas-paas-saas-differences/ [Day 5/100] hashtag#100HariMenulis - s.id/100HariNulis

- Noor Adn
- 03 Jan, 2025
My Bangkit Journey â Personal Experience of Being Cohort and Mentor at Bangkit Academy
Bismillah. Alhamdulillah. Hello everyone, Iâm Noor. Let me summarize my journey from as a cohort and mentor at Bangkit Academy. Iâm here to share my journey and inspire. I understand there is always more to learn, and I apologize for any mistakes. Please remember, that this article is based on my experience in the program and reflects my viewpoint. I want my experiences to help us come together and grow. This article is a continuation of the previous one. This draft article was buried about 8 months ago, I think I need some time to reflect and refine it first until I decide to publish it, and you can read it. Before Bangkit (2021) I have been interested in the IT field since I was a kid. I donât know why. I just looked for the info and tried to learn it, even though I often broke things for my experiments and learned by trial and error. I also know from many platforms and many site sources. Until I got the information about Bangkit Academy. Bangkit is a Google-led academy designed to produce high-caliber, technical talent for world-class, Indonesian technology companies and startups. However, Iâm trying to join Bangkit but Qodarullah (unfortunately) I didnât meet the requirements. Iâm still in the 3rd semester, while the minimum semester has finished the 5th. So then I went back home, became patient, and studied IT outside college hours. Being Cloud Computing Cohort (2022) Long story short, Alhamdulillah, I was officially accepted as a Cloud Computing cohort. The activity is studying Bangkit and university lectures, running with 35 SKS. Qodarullah (unfortunately) we have some difficulty regarding the SKS conversion. But itâs fine for me, who are coming from a non-IT formal educational background. The activity includes attending synchronous Instructor-Led Trainings (ILTs), Weekly Consultations, English classes, and other activities, doing self-paced asynchronous studies via Dicoding, Coursera, and GCSB (Qwiklabs). In total around 900 hours. We are used to using Google Workspace (GMeet, GCalendar, Gmail, GDrive, etc) and Discord as a primary working space, and English as a primary communication language. We also taught how to communicate between peers, and between supervisors. We also completed the Company-Based Capstone Project (final project), by building Harga.in, a pricing optimization engine app, partnership with Traveloka, and getting reviewed from PIC. Get a chance to collaborate with the team members from UI and ITS. Click here to view the presentation deck. Finally, in the end, I got bonus classes, certified as a Google Cloud Associate Cloud Engineer, joined an exclusive GwG Career Fair, got Bangkit merchandise, joined the alumni network, and graduated from Bangkit Academy 2022. Alhamdulillah && Allahumma baarik. May Allah bless all of us. Being Cloud Computing Mentor (2023 H1) I have decided to become a mentor, and I am interested in doing so. The first time I doubted myself, but I just tried to be brave. Before I decided to, I first listed down my motivation for joining as a mentor. I reflect on myself and try to find the âWhyâ reason. Until that, okay bismillah letâs give it a try. Then, when the announcement began, I officially got the position of Bangkit Academyâs Cloud Computing Mentor and was assigned a class in CC-03. The mentor tasks include participating as an instructorâs teaching assistant for ILTs, leading weekly consultations, and managing Bangkit students/cohorts. Review daily and weekly logbooks and the final report (for MOECRT students). We get to do sharing sessions, discuss with each other, and play games through weekly consultations. It was an opportunity to communicate with students across Indonesia from various backgrounds (mostly from IT majors) and make intense support through 1:1 sessions. By being a mentor, I learn a lot of things. I got used to utilizing tools like ChaGPT, Grammarly, and Google Translate to write emails, make conversations in Discord, help weekly consul, etc. I also became more aware of Indonesian time zones (WIB, WITA, and WIT). There is also a session curated for mentors, such as the Bangkit Mentor Soft Skills, Mentor Meetup, and Weekly Talk with Mentees. I also got a chance to be a moderator for the Bangkit Guest Speaker Session. Then, we also get free access to the Dicoding courses, Coursera (GwG), Qwiklabs/GCSB, and Bangkit merchandise (again). Finally, biidznillah, I have finished a thesis correlating with Islam and IT. (The Analysis of ⊠In cyberspace) and graduated from my beloved uni, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus. You can read my undergraduate thesis in our official university repository HERE. Presentation â Bangkit 2023 H1 Highlight Recap Thank you very much for all that is involved. I was very grateful and honored to be part of this journey. MasyaAllah. Alhamdulillah. Allahumma baarik. All praises to Allah and may Allah bless us.

- Noor Adn
- 01 Jan, 2025
.NEW Google Shorcuts đ
Kumpulan link dengan Top-Level Domain (TLD) â.newâ, biar makin sat-set ⥠đ docs.new | doc.newBuat dokumen Google Docs baru đ sheets.new | sheet.newBuat dokumen Google Spreadsheet baru đ keep.new | note.newBuat catatan Google Keep baru đ» slides.new | slide.new | deck.newBuat presentasi Google slides baru đ€ meet.new | meeting.newBuat meeting Google Meet baru đ cal.newBuat event Google Calendar baru Semoga bermanfaat đŸ 1/100 hari nulis.Mau ikutan? Join di https://s.id/100HariNulis

- Noor Adn
- 27 May, 2022
Bangkit 2022 â The Exciting Learning Journey
Hello, my name is Muhammad Noor âAdn Assaâid. you can call me Noor or Aden. Iâm from State Islamic Institute of Kudus (IAIN Kudus), majoring in Dakwah Management. I am a non-it educational background formal student before. When this article was written, I was a Cloud Computing cohort at Bangkit Academy 2022. This article was written to reflect on me my #BangkitExperience in Bangkit 2022, and I hope it will be useful for others. Bangkit is a Google-led academy designed to produce high-caliber, technical talent for world-class, Indonesian technology companies and startups. This year, Bangkit is offered as an approved Kampus Merdeka program supported by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology (MOECRT) of the Republic of Indonesia. Please note that this article was written based on my own experience and perspective during participating the program. # Intro Iâm a person that loves to learn and explore something new, especially in the STEM (Science, Technology, Engineering, & Mathematics) field. I have tried to join Bootcamps and classes in that field, whether it was a free or paid version. Such as Progate x Orang Siber Bootcamp, IDCamp (Indosat Oreedoo Digital Camp), IT Career Preparation by Alterra Academy, etc. I also enrolled in many classes in Dicoding Academy, BuildWith Angga, Udemy, Udacity, Microsoft Learn, etc. Iâm also excited to follow many events, just like Baparekraf Developer Day (BDD), Microsoft Dev//Verse, Dicoding Events, etc. I also have joined a Hackathon competition event. # How It Started When I was just scrolling on social media platforms, I found information about Bangkit 2021. Then I will Google it as soon as possible. I checked the official website, read through the web pages, and gathered as much information about the program. I am very excited and interested to apply to that program. But, qodarullah (unfortunately), I am unable to apply because I am still not eligible to join this program. This program has minimum standard qualifications to join, one of them is the applicants at least must finish 5 semesters of study. That time is when I was still in the 3rd semester on my campus. So, I must be patient and try to forget that. :( The time must go on, and the 2 semesters has been passed. Now Iâm in the 5th semester, and I intended to join the program, especially in the Cloud Computing learning path. Then, I encourage myself to register, bismillah. I do all the things that need to register in application processes, following procedures, and with care. I do not forget to discuss this with my parents and do a prayer. As a Muslim, I pray and ask Allah that if this program is beneficial to me and good for me, please let me in, help me in all duties, and bless me. Otherwise, if this program is not good for me, please keep me away from it. :) After many steps of the application process, the announcement day has come. Iâm feeling nervous about the result. And, qodarullah, Iâm on the waiting list due to the higher applicant volume. Itâs okay, just be patient and wait for the final result, and not forget to do the prayer of course. # Getting Started to Bangkit On Friday, 28 January 2022, I got an email informed that Iâm accepted into Bangkit 2022. Alhamdulillah!. Iâm feeling grateful to hear that good news. Over 63K+ applicants, there are around 3K that accepted. For me, joining Bangkit is âAmanahâ, an obligation that needs to fight for, and needs a commitment to finish till the end. Then ASAP, I complete all the things about the registration. My prayer has been accepted, and I hope this is a good beginning to start the journey. Then, after a few days, I got info about matriculation class, onboarding, technical meeting, English pre-test, etc. I read it carefully and start doing what needs to do. I have some issues with the administration actually, but alhamdulillah, it has already been solved. Then I got credentials such as a Letter of Acceptance, Bangkit email, Bangkit ID, etc. All further information, announcement, etc will be sent to the Bangkit email (xxxxxx@bangkit.academy). # Learning Models & Documentation The class started to begin. There a two main learning models, synchronous and asynchronous learning. First, asynchronous learning means the students will be able to study as they want to study and not depend on others. For example, the students will be given a class token and learning credits. The platform used is Dicoding, Coursera, and Qwiklabs (Google Cloud Skill Boost). Second, synchronous learning means the students must be stand-in online at the same time. This is usually called an ILT (Instructor-Led Training) study: tech, soft skills, and English. All students must be on-cam, and the materials will be explained in English. # A Message This may be hard in the beginning, but insyaAllah it will be easy if we keep trying and keep praying. There is a time that you feel down like nobody care, feels inferior, or does not that about your expectations, but remember, we need to fight. Go back to the past and tell yourself why you join this program. Especially for my fellow Muslims, we must realize that we are weak. We need a backed, we need help, we need anesthesia to face this hard time, we must go to the one that has control of ourselves. And did you know who is? He is Allah. Go and tell all your problems, sigh, etc to Allah. Do a night prayer, do a charity, do good deeds, and do many things that you can do. Alhamdulillah. Thank you so much Bangkit and all the team. Many knowledge and experiences that I learned here. May Allah repays your kindness, effort, and other that was given to us, with the greater one. We hope Indonesia will be one of the tech-leading countries in this world. Aameen. Bangkit Academy Bangkit2022 Learning Journey Cohorts Kampus Merdeka

- Noor Adn
- 23 Jul, 2021
Literasi Wawasan Islami Pada Era Digitalisasi
Dunia berkembang begitu pesat, perkembangan teknologi yang terus menerus terjadi mendorong seseorang bebas dalam hal berekspresi. Era digitalisasi telah dimulai, tantangan serta rancangan baru perlu segera diperbaiki. Inovasi dan kreasi harus terus dipacu untuk menyebarkan dakwah Islam yang mulia ini. Kita harus tetap semangat menyampaikan dakwah Islam walaupun berbagai macam cara kita akan lalui. Harus yakin bahwa agama Islam ini dapat tersampaikan dengan baik, walaupun dengan zaman yang terus berganti. Tantangan yang dihadapi pada sekarang ini tentu berbeda dengan yang seperti yang telah lampau. Jika dahulu belum kenal yang namanya gawai (gadget) serta masih kesulitan mendapatkan informasi, maka hari ini gawai justru merupakan hal yang hampir wajib untuk dimiliki. Para pelaku akademisi seperti guru, dosen, dan mahasiswa, membutuhkan gawai sebagai sarana belajar dan berdiskusi mengenai materi. Tak hanya mereka, masyarakat umum juga membutuhkan gawai untuk berkomunikasi dengan orang lain, atau untuk keperluan mereka masing-masing. Lalu lintas informasi menjadi sebuah hal pasti yang tak terlepaskan dari teknologi komunikasi. Informasi yang begitu banyak, terkadang membuat seseorang menjadi kebingungan, bahkan mungkin kehilangan arah dan tujuan. Keberadaan tersebut memiliki dampak sisi positif dan negatif. Tanpa dibekali pengetahuan Islam, bisa saja seseorang menjadi hilang kendali saat berselancar di dunia internet, terutama saat seseorang sedang menyendiri. Berbagai macam fitnah dan cobaan tepat berada di depan mata memandang. Peluang kemaksiatan dan kebaikan menjadi semakin besar seiring perkembangan zaman. Banyaknya berita hoax yang telah terlanjur tersebar merupakan sebuah ancaman bersama bagi kita semua. Mungkin jika kita adalah orang yang sudah âmelek informasiâ istilahnya, akan segera dapat mengidentifikasi bahwa berita itu tidak benar. Namun bayangkan jika yang mendapat berita hoax itu adalah orang yang baru pertama kali menggunakan perangkat gawai, kemungkinan besar akan terjebak dan ikut terseret pada informasi yang salah, terlebih jika itu menyangkut hal-hal sensitif, yang akhirnya menyebabkan kekacauan, perdebatan tanpa ilmu, dan bahkan kesesatan. Masyarakat Islam perlu diberi edukasi mengenai agama Islam yang benar, yang bersumber dari Al-Qurâan dan Sunnah sesuai pemahaman salafus saleh (sahabat, tabiâin, dan tabiâut tabiâin). Dengan mempelajari agama Islam secara benar, baik itu secara metode, sumber kitab, seorang guru, maupun aspek-aspek lainya, maka kebijaksanaan masyarakat akan semakin besar dalam menjalani kehidupan dunia yang fana ini. Masyarakat juga dapat semakin kuat serta memiliki benteng-benteng pertahanan terhadap informasi yang salah, bahkan menyesatkan. Hal yang seharusnya pertama kali ditanamkan pada seseorang adalah mengenai Tauhid, yaitu mengesakan Allah semata, memahami dan mengakui bahwa segala sesuatu itu atas kehendak Allah. Dia menciptakan segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi. Dia yang menciptakan alam semesta ini. Salah satu metode dakwah untuk menyampaikan hal tersebut adalah melalui literasi. Literasi perlu diajarkan pada masyarakat, karena kita semua pastinya menginginkan kebaikan umat. Dalam berdakwah melalui literasi, kita harus pandai menilai dan memanfaatkan situasi maupun kondisi sesuai dengan keadaan terkini. Jangan lupa juga untuk melihat dari sisi jiwa dan psikologi, untuk menyampaikan dakwah mulia ini. Ketersediaan fasilitas teknologi yang sangat melimpah ini dapat kita manfaatkan untuk menjaring dan menjangkau masyarakat potensial untuk dakwah Islam. Dakwah saat ini tidak terbatas hanya pada ceramah lokal yang diadakan di suatu tempat tertentu. Namun, kita dapat memanfaatkan keadaan tersebut untuk mendakwahkan Islam, seperti menggunakan media sosial yang kini tengah menjadi sarana masyarakat menerima informasi. Literasi tak hanya melalui kegiatan membaca dan menulis, namun lebih dari itu. Literasi secara umum dapat diartikan sebagai sebuah kemampuan dan keterampilan yang dimiliki oleh seseorang dalam hal membaca, menulis, berbicara, serta memecahkan berbagai permasalahan di dalam kehidupan. Dakwah Islam melalui literasi menjadi sangat berpengaruh bagi masyarakat, terutama jika didukung dengan sarana digital. Melalui literasi, kita dapat menyampaikan Islam dengan lebih mudah dan efektif. Edukasi yang diberikan melalui literasi akan mudah diserap, terutama bagi orang yang memang benar-benar berfokus pada area tersebut. Kemampuan seseorang dalam hal tulis menulis, berbicara, serta memecahkan permasalahan dalam hidup merupakan sebuah modal yang berharga untuk keberlangsungan hidup mereka. Salah satu bentuk implementasi dakwah melalui literasi dapat dilihat dari banyaknya buku-buku bernuansa islami yang ada di perpustakaan, maupun buku-buku yang telah beredar dan dijual di toko. Buku-buku tersebut mengandung nilai-nilai Islam yang mana itu merupakan sebuah sarana dalam berdakwah, yaitu menyeru kepada kebaikan dan mencegah kepada kemungkaran. Selain itu, juga dapat kita lihat dari banyaknya artikel-artikel maupun buku digital yang kita jumpai di internet. Postingan-postingan edukatif mengenai Islam di media sosial seperti di Instagram, Facebook, dan Twitter juga merupakan sebuah sarana dakwah yang efektif, karena dengan adanya postingan tersebut, setidaknya meningkatkan kesadaran seseorang akan adanya Islam. Mereka menjadi tersadar akan eksistensi dan keindahan Islam. Jika hal ini dilakukan terus-menerus, maka tidak menutup kemungkinan seseorang menjadi penasaran dan mencari tahu lebih dalam terkait dakwah Islam. Dalam menyebarkan literasi, kita juga harus dapat beradaptasi mengikuti arus perkembangan zaman. Misalnya, informasi terkait adanya acara kajian Islam yang dahulu kebanyakan disebarkan melalui pamflet dan selebaran, kini dapat ditingkatkan lagi dengan memanfaatkan pengiklanan digital (digital advertising). Dalam hal tersebut, kita dapat memilih target masyarakat yang akan kita sasar, seperti rentang umur, lokasi, hobi, agama, maupun parameter-parameter lainya. Sebut saja saat kita mengadakan acara kajian mengenai pernikahan, yang acara tersebut diadakan di Jakarta, maka kita dapat memilih rentang umur anak muda di sekitar area Jakarta, yang dianggap sudah siap untuk melakukan pernikahan. Iklan tersebut dapat muncul di berbagai kanal sesuai yang kita inginkan. Misalnya muncul di halaman beranda Facebook dan Instagram. Tentunya hal ini sangat menguntungkan bagi keberlangsungan dakwah Islam. Dakwah melalui literasi ini merupakan sebuah metode yang baik, layak dilakukan, dan juga menantang. Kita harus bisa menyelaraskan antara ajaran Islam, pandangan kita, pandangan orang yang kita dakwahi, serta keadaan lingkungan. Seseorang harus mengerti ilmunya terlebih dahulu sebelum menyampaikan sesuatu. Jangan sampai kita menyebarkan dakwah dengan metode maupun substansi yang salah. Apabila dakwah kita diterima, maka kita bersyukur kepada Allah karena diberi keberhasilan, dan apabila dakwah yang kita lakukan ditolak, maka kita tetap bersabar dan jangan berkecil hati. Tugas kita dalam berdakwah itu menyampaikan kebenaran, bukan untuk memaksa seseorang. Tidak ada paksaan dalam agama Islam. Tentunya berhasil atau tidaknya, semua bergantung pada keputusan Allah Taâala. Namun demikian, kita harus tetap bersemangat dalam menyebarkan agama Islam ini. Jika orang-orang kafir saja berusaha maksimal untuk menyebarkan, mendanai, serta mendukung kegiatan-kegiatan yang bertolak belakang dengan ajaran Islam, maka kita sebagai seorang muslim seharusnya lebih giat lagi mendakwahkan agama Islam. Allah menjanjikan balasan surga bagi yang beriman dan mengerjakan kebaikan. Akhir kata, marilah kita senantiasa mendekatkan diri pada Allah, selalu bersyukur, bersabar, dan berusaha menyebarkan agama Islam. Jangan lupa untuk selalu meminta pertolongan Allah, minta dimudahkan untuk melakukan segala kegiatan. Tetap bersabar jika ternyata dakwah kita belum membuahkan hasil yang maksimal, atau mungkin bahkan dalam perjalanan, kita ditimpa berbagai macam fitnah dan cobaan. Semoga Allah menerima semua amal kebaikan yang kita lakukan, serta memudahkan semua urusan yang kita kerjakan. Aamiin⊠Tentang Penulis Muhammad Noor âAdn Assaâid, lahir di Kudus, pada 17 Oktober 2001. Saat ini, ia tercatat sebagai mahasiswa Manajemen Dakwah (MD), Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Kudus. Meskipun kuliah di jurusan sosial, ia memiliki minat belajar terkait sains dan teknologi. Ia kerap mengambil beasiswa belajar dunia IT di luar kampus, seperti belajar pemrograman, pembuatan aplikasi, serta arsitektur sebuah website. Selain itu, dia juga memiliki ketertarikan terhadap seni dan desain digital. Dia berusaha berdakwah melalui berbagai kemampuan yang dimiliki dengan ciri khas tersendiri, termasuk di dunia kepenulisan. Jejak digital penulis dapat dilihat pada Instagram @nooradn_ atau melalui tautan s.id/nooradn.

Klasifikasi Bisnis Islam di Indonesia
Bisnis di indonesia memanglah sangat banyak, terdapat bermacam-macam bisnis Islam yang telah berdiri di Indonesia ini dengan berbagai sektor atau model bisnis. Perbedaan dalam bisnis adalah suatu rahmat yang Allah turunkan kepada kita semua. Diantaranya yaitu adalah sebagai berikut: 1. Sektor Dakwah & Seputarnya a. Tour & travel haji â umroh Dengan adanya syariâat untuk menunaikan ibadah haji dan umroh, maka terbentuklah sebuah inisiasi dari umat islam untuk membuat suatu lembaga atau organisasi yang mengurusi hal tersebut. Hal tersebut merupakan peluang bagi kita semua untuk berkontribusi agar umat Islam dapat menunaikan ibadah haji-umroh dengan baik. b. Kelas kajian Islam Kelas kajian Islam seperti Aleeta (A Letter to Allah) milik Ust. Oemar Mita, Lc ini dapat kita jadikan sebagai contoh. Dalam kelas ini dijelaskan kajian Islam yang intensif yang insyaAllah bermanfaat bagi kita. Dari hal tersebut, maka terbukalah peluang bagi kita untuk mendirikan kelas kajian seperti Aleeta tersebut. 2. Sektor Finansial / Keuangan a. Pegadaian syariah Dengan adanya tuntunan untuk berpegang teguh pada syariat Allah, maka dibentuklah pegadaian syariâah dimana pegadaian yang ada di dalamnya diterapkanlah prinsip-prinsip Islam. Sehingga kita sebagai umat Islam memiliki destinasi atau sebuah tempat tujuan yang tepat jika suatu saat ingin menggadaikan. b. Perbankan syariah Perbankan yang pada umumnya, yaitu bank konvensional terdapat unsur riba di dalamnya, oleh karena itu kita sebagai muslim harus memikirkan jalan keluarnya. Salah satu solusi yang dapat kita lakukan adalah dengan mendirikan perbankan syariâah. Jika dulu masing-masing bank konvensional mendirikan versi syariâah nya, kini bank-bank syariah tersebut sudah merger menjadi Bank Syariâah Indonesia, dimana Bank Mandiri sebagai pemegang saham terbesarnya, yaitu sekitar 51 persen dari total keseluruhan. 3. Sektor Edukasi a. Kelas desain dakwah Kebutuhan akan konten dakwah membuka peluang bagi kita untuk mendirikan kelas-kelas desain yang di spesifikasikan kepada dakwah. Kelas seperti Muslim Creator Class dan Vectara adalah contohnya. Disitu juga dijelaskan mengenai etika dan sikap kita sebagai desainer muslim. b. Buku/kitab Sunnah Kebutuhan akan literasi Islam memang sangatlah penting bagi kita semua, terutama bagi penuntut ilmu. Dengan kita menyediakan bahan bacaan / literasi bagi umat muslim, maka kita juga berpeluang untuk mendapatkan pahala jariyah dari penjualan buku/kitab tersebut. Sesuai dengan hadits yaitu yang intinya barangsiapa yang menunjuki suatu kebaikan (dalam konteks ini adlaah buku Islam), maka dia dapat ganjaran/pahala seperti pahala orang yang semisalnya. 4. Sektor Konsumsi / Produk Sehari-hari a. Makanan halal Memakan makanan halal dan toyyib (baik) merupakan suatu kewajiban bagi seorang muslim, oleh karenanya kita dapat masuk ke dalam sektor tersebut dengan kita menyediakan konsumsi yang halal dan baik bagi yang membutuhkan. Selain itu, kita juga dapat bersedakah dengan cara membagikan makanan gratis pada yang membutuhkan. Terlebih lagi di saat bulan Ramadhan, dimana kita mendapatkan pahala orang berpuasa setiap kali kita memberi makan orang yang puasa atau saat berbuka puasa. b. Busana muslim syarâi Busana muslim memang suatu yang penting bagi kita. Kewajiban untuk menutup aurat merupakan suatu hal yang mutlak diperlukan. Terlebih untuk akhwat yaitu kewajiban menutup aurat dari mulai ujung rambut sampai telapak kaki, kecuali wajah dan telapak tangan. Kita dapat menyediakan pakaian syarâi seperti mukena, jilbab, gamis ataupun cadar bagi mereka, yaitu akhwat. 5. Sektor Digital a. Aset digital Dengan semakin banyaknya kebutuhan konten dakwah, maka kita dapat menjual aset-aset digital kita ke dalam pasar digital maupun ke pasar tradisional yang berbentuk soft-copy. Aset-aset tersebut dapat berupa materi desain ilustrasi, gambar background, e-book, dan lainya. b. Aplikasi Android/iOS/Windows/MacOS Contoh dari sektor digital yaitu adalah aplikasi atau software pengolah zakat dan bisnis. Aplikasi seperti Zahir adalah contohnya. Kita dapat menghitung dan mengelola keuangan bisnis kita melalui platform tersebut. Mungkin itu saja yang bisa saya jelaskan pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat, dan semoga kita dapat mengambil hikmah dari tulisan ini. Baarakallahu fiikum :)

Mengapa Kita Berbisnis?
Telah kita ketahui bersama bahwa kita dalam bermuamalah harus berdasarkan pada syariat agama Islam, terlebih jika kita berbisnis dalam ruang lingkup Islam. Tentunya kita harus lebih teliti dan lebih bisa memahami etika-etika serta rambu-rambu syariat agar selamat dunia akhirat. Berikut ini adalah keterkaitan bisnis Islam dengan Qurâan dan Sunnah. 1. Berbisnis sebagai sarana ibadah Beribadah kepada Allah adalah tujuan manusia diciptakan, sebagaimana firman Allah dalam Quran surat Adz-Dzariyat ayat 56 yang artinya: âAku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Kuâ. Berbisnis juga merupakan ibadah jika kita memang niatkan untuk ibadah, dan memang seharusnya begitu. Karena segala amal perbuatan itu tergantung pada niatnya. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam hadits yang artinya: âSetiap amal sesuai dengan niatnyaâ (HR Bukhari). Dengan kita berbisnis, maka kita berarti menggunakan waktu kita untuk mengurusi kehidupan kita di dunia. Allah berfirman dalam Al-Qurâan yang artinya: âDan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawiâ (QS. Al Qashshash: 77). 2. Perintah untuk bekerja mencari penghidupan (maisyah) Manusia di muka bumi ini tidak lepas dengan yang namanya rezeki Allah. Rezeki ada tiga, yaitu rezeki yang telah dijamin Allah, rezeki halal, dan rezeki haram. Rezeki halal adalah rezeki yang didapatkan dengan cara-cara halal, dan usaha untuk mencapatkan rezeki tersebut bernilai pahala disisi Allah. Begitupun sebaliknya untuk rezeki haram. Allah berfirman dalam Al-Qurâan yang artinya: âKami telah membuat waktu siang untuk mengusahakan kehidupan (bekerja).â (QS. Nabaâ: 11). Dengan bekerja mencari penghidupan yang halal, mencari rezeki yang halal, berarti kita mendapatkan pahala yang baik pula. Bagi seorang laki-laki yang sudah menikah, mencari maisyah (penghidupan) adalah suatu kewajiban. Karena dia telah diberikan amanah untuk menafkahi keluarganya. 3. Berbisnis sebagai sarana berdakwah Dengan berbisnis, kita juga mendapatkan peluang untuk berdakwah. Sebagaimana kita diperintahkan untuk berdakwah yaitu dalam surat An-Nahl ayat 125 yang artinya: âSerulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baikâ. Selain itu kita akan mendapatkan pahala dari orang yang mengerjakan amalan / mendapatkan kebaikan tesebut. Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan dalam Sahih Muslim no 1893 yang artinya âBarangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakanyaâ. 4. Berbisnis sebagai sarana untuk memahami agama Islam Berbisnis memanglah cukup mudah, namun berbisnis dengan memegang syariâat terkadang butuh pemahaman lebih dalam, sebab orientasi kita bukan di dunia saja, namun akan kita bawa sampai ke akhirat. Dengan berbisnis kita jadi mempelajari tentang apa-apa yang diperbolehkan dan yang dilarang. Seperti kita diperbolehkan untuk melakukan transaksi jual beli dan dilarang untuk menerapkan / menjalankan riba. Allah berfirman yang artinya: âDan Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan ribaâ (Q.S Al-Baqarah: 275). Khalifah Umar bin Khattab radhiallahu anhu juga pernah mengeluarkan perintah yang artinya: âJangan berjualan di pasar ini para pedagang yang tidak mengerti dien (muamalat)â. Hal tersebut mengingatkan kita bahwa penting sekali memahami agama Islam dalam menjalankan sebuah bisnis, tak terkeucali dalam bisnis Islam, namun sudah sepatutnya kita meng-implementasikan atau menerapkan syariat Islam dalam seluruh aspek hidup kita ini. 5. Berbisnis berarti membantu sesama manusia Dengan kita menjalankan sebuah bisnis, terutama yang bergerak untuk kemaslahatan umat, maka secara langsung maupun tidak langsung, kita telah membantu sesama manusia dengan cara memberikan manfaat kepada manusia yang lainya. Kita diperintahkan Allah untuk tolong-menolong ke sesama manusia, sebagaimana yang telah Allah jelaskan pada surat Al-Maidah ayat 2, yang artinya: âTolong menolonglah kalian dalam kebaikan dan takwa, dan janganlah kalian tolong menolong dalam perbuatan dosa dan pelanggaran.â. Jika kita memiliki rekan atau partner bisnis, berarti kita telah membantu pihak tersebut dalam memenuhi urusan-urusan mereka. Dengan begitu, jika kita adalah seorang muslim, maka mendapatkan pahala yang besar dan tiada putus-putusnya, sebagaimana firman Allah pada surat Al-Maidah ayat 9 yang artinya: âAllah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.â Serta firman Allah dalam surat At-Tin ayat 6 yang artinya: âKecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnyaâ. Mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat, semoga kita dapat senantiasa memperbaharui motivasi kita dalam berbisnis, serta bisnis-bisnis kita yang kita pegang/miliki mendapatkan keberkahan dari Allah. Niatkan bisnis untuk mencari ridha Allah, luruskan niat, pahami cara kerja Sunnatullah. Demikian, apabila ada kesalahan, mohon dimaafkan yang sebesar-besarnya. Baarakallahu fiikum. :)

Affiliate Pahala
Pernah dengar Affiliate Marketing? Mungkin di kalangan internet marketer sudah ngga asing lagi soal ini. Saya pernah dengar kalo orang bisa santai2 tiap bangun tidur gajian setelah strategi affiliate marketingnya berhasil. Entah benar atau salah belum aku cek. Yups, pemasaran secara afiliasi (kerja sama). Konsep affiliate marketing secara singkat yaitu apabila tiap kali kita berhasil menjual sebuah produk kepada orang lain melalui link referral kita, maka kita akan diberi imbalan berupa share profit (bagi untung) yang telah ditentukan oleh kedua pihak sebelumnya. Konsep tadi ngga jauh2 dari hadits ini, yaitu apabila kita berhasil mengajak orang menuju kebaikan, maka kita akan mendapatkan share pahala dari amalan yang dikerjakannya. Bedanya di sini adalah, kita akan mendapatkan pahala full / penuh dari orang yang melakukan amal tersebut. Dan apabila orang yang berhasil kita ajak tadi mengajak orang lain, maka kita akan mendapat share pahala nya juga. Dengan demikian, kita ibaratnya membangun âmesin pahalaâ yang bekerja terus menerus secara otomatis untuk meng-generate pahala, insya Allah. Hal semacam ini dinamakan dengan pahala jariyah (pahala yang mengalir). Melalui hadits diriwayatkan yang artinya: Barangsipa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka dia akan mendapat pahala sebanyak yang didapat oleh yang mengerjakannya. (HR. Muslim) Allah juga berfirman dalam Al-Qurâan yang artinya: Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya. (QS. Fussilat: 8) Oke sekarang kita sudah tau soal konsep ini. Tugas kita sekarang adalah mulai menyebarkan & mengajak kebaikan2. Karena kita belum tahu pasti mana yang akhirnya âcuanâ. Bisa saja amalan kebaikan yang kita anggap kecil, menjadi besar saat hisab nanti. Press enter or click to view image in full size https://www.instagram.com/p/CK_FWLshKrE/ Jika ada kesalahan, mohon untuk dikoreksi. Jazakumullah khairan. Semoga bermanfaatâŠ

- Noor Adn
- 01 Mar, 2021
Dual-side Orientation
Kita hidup di dunia ini selalu diharapkan pada sebuah pilihan. Entah kita sadari atau tidak, hal tersebut merupakan suatu yang pasti kita temukan dalam berkehidupan. Dalam menjalani sejauh aktivitas, maka kita tak luput dengan yang namanya tujuan. Iyaps, sebuah goals yang kita harapkan dari kita melakukan aktivitas tersebut. Bagi seseorang yang tidak memiliki tujuan, mungkin seseorang tersebut akan merasa bimbang tanpa arah. Sebaliknya, orang yang telah menentukan tujuan di awal perbuatan, maka dia setidaknya tahu apa yang harus dia lakukan. Tujuan bisa juga disebut dengan orientasi. Namun orientasi menurutku lebih mengarah pada tujuan jangka panjang yang belum dapat atau belum nampak hasilnya saat sekarang. Hal ini merupakan pendapat yang bisa benar bisa juga salah. Orientasi seseorang akan sangat memberikan pengaruh dalam ia mengambil sebuah keputusan. Entah itu dalam bidang pekerjaan, agama, maupun style yang di anut. Mulai dari yang terkecil, sampai yang terbesar. Become a memberOrientasi seseorang bisa bernilai baik, bisa juga bernilai buruk. Misalkan dalam keadaan pandemi seperti sekarang ini, ada orang2 yang berpikiran negatif dan juga ada yang berpikiran negatif. Hal ini tergantung berdasarkan referensi kehidupan yang ia dapatkan. Orientasi seorang muslim adalah akhirat. Maka segala sesuatu dan semua amalannya hendaknya di niatkan untuk mencari ridho Allah yang menciptakan nya. Kita semua harus meniatkan segala aktivitas yang kita lakukan hanya beribadah, meraih keridhoan Allah. Kenapa kita harus begitu? Karena Allah sendiri yang mendeklarasikan bahwa tujuan diciptakan nya mansuia adalah tidak lain hanyalah untuk beribadah kepada-Nya. Wahai engkau yang membaca tulisan ini, janganlah sampai lupa akan hal ini. Tujuanmu di dunia ini hanyalah untuk beribadah. Bagi seseorang yang ber orientasi atau meniatkan semua aktivitas nya untuk beribadah, tentunya telah beruntung sekali, karena dia telah mendapatkan rumus âcuanâ nya dalam berkehidupan, karena kehidupan yang hakiki adalah kehidupan yang kekal, yaitu kehidupan akhirat. Bukan kehidupan dunia yang fana dan sangat sangat rapuh ini. :) Jika seseorang beribadah, berarti dia telah menjalankan perintah Rabb nya. Seseorang pantas mendapatkan reward atau ganjaran (pahala) atas apa yang dilakukan nya. Beribadah disini luas sekali makna nya ya, para pembaca⊠Bekerja adalah ibadah, menuntut ilmu adalah ibadah, membaca Al-Quran adalah ibadah, membantu sesama adalah ibadah, mengingatkan seseorang jika berbuat salah adalah ibadah, bahkan, hubungan halal suami istri pun juga bisa dikatakan sebagai ibadah jika niatnya & amalnya benar. Semoga bermanfaat. Jazaakumullah khairan.

Globalisasi & Digitalisasi Terhadap Perilaku Kultural Organisasi
Perkembangan zaman memanglah suatu hal yang akan terus terjadi. Disadari atau tidak, kita pasti dituntut untuk sesesgera mungkin untuk dapat beradaptasi dengannya. Globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya (Wikipedia). Globalisasi dapat didefinisikan sebagai proses di mana berbagai peristiwa, keputusan, dan aktivitas di suatu wilayah tertentu di dunia dapat saling berdampak pada berbagai individu maupun komunitas di sisi lain dunia. Globalisasi memberikan dampak yang menyeluruh di muka bumi ini, tak terkecuali pada ruang lingkup organisasi. Era digitalisasi berarti kita hidup berdampingan dengan dunia digital dalam skala internasional. Digital sangatlah akrab kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari media sosial tempat kita berbagi rasa, berbagi informasi, serta berbagi pengalaman kehidupan. Kita berkirim pesan melalui WhatsApp juga termasuk dalam ranah teknologi digital, karena hal tersebut menggunakan sarana jaringan digital untuk pesan bisa sampai ke tangan penerima dengan baik. Pesan yang disampaikan pun berupa pesan digital. Dunia digital merupakan dunia yang terbentuk dari angka biner, yaitu angka 0 (nol) dan 1 (satu). Dari kedua angka tersebut kita dapat kombinasikan menjadi berbagai macam bentuk dan jenis informasi. Mulai dari pesan teks, audio, video, maupun sebuah file besar. Hal teresbut merupakan salah satu produk yang dihasilkan pada ranah digital. Data digital tersebut disimpan di tempat-tempat penyimpanan baik pada server yang dijalankan secara remote maupun media penyimpanan lokal. Globalisasi sudah menjadi sesuatu yang umum, yang mana hal tersebut sudah menjadi seperti gaya hidup dan terkadang tidak dapat terlepas dari kehidupan. Dalam organisasi, globalisasi bisa menjadi sesuatu yang positif namun juga bisa menjadi negatif. Bisa menjadi sesuatu yang menguntungkan, namun juga bisa menjadi suatu ancaman. Ini bergantung pada bagaimana cara organisasi mensikapi hal tersebut, apakah organisasi dapat mengikuti arus globalisasi ataukah justru tidak, atau bahkan mungkin secraa tegas menolak. Dengan adanya globlisasi dan digitalisasi, kita dapat memanfaatkan hal tersebut untuk saling terhubung antara satu dengan yang lain secara online atau daring. Tren konfrensi digital dengan menggunakan platform video conference seperti ZOOM, Google Meet atau Jitsi Meet sudah menjadi sesuatu yang mungkin essensial dalam organisasi, terutama pada saat organisasi tersebut membutuhkan adanya rapat secara rutin. Manajemen dokumen juga sekarang jauh lebih terarah dan terstruktur. Perubahan pada manajemen perusahaan dan organisasi tersebut mendorong untuk sesegera mungkin untuk âgo digitalâ untuk memenuhi serta mengikuti perkembangan zaman agar tidak tertinggal. Adanya cloud suite seperti Google Suite, Microsoft 365 Suite, atau Dropbox Paper juga sangat mendukung dalam organisasi. Tools atau alat tersebut memungkinkan untuk membuat dokumen secara online, realtime, dan dapat di bagikan, serta mudah untuk berkolaborasi dengan team secara langsung. Artinya, kita dapat bekerja sama dalam tim untuk menyelesaikan atau membahas sebuah dokumen dalam waktu yang sama. Kolaborasi juga dapat dilakukan secara lebih mudah, efektif, serta efisien. Hal ini didukung oleh adanya platform-platform web-based untuk berkolaborasi. Platform tersebut diantaranya yaitu adalah Trello dan Asana, untuk manajemen organisasi/perusahaan, Miro, whiteboard sebagai sarana menyalurkan ide serta presentasi, dan juga Figma, yaitu tempat untuk membuat serta berdiskusi saat akan membuat sebuah aplikasi atau website. Tentunya masih ada banyak platform digital yang bermanfaat untuk mendukung dan meningkatkan kinerja suatu organisasi. Hal ini tentunya akan berdampak pada budaya serta perilaku dalam suatu organisasi, dimana perilaku tersebut berubah seiring dengan implementasi atau penerapan teknologi hasil dari globalisasi dalam organisasi teresebut. Terjadi perubahan kultur atau budaya di dalam organisasi. Misalkan kalau zaman dahulu sebelum globalisasi terutama di bidang komunikasi ada, untuk menyebarkan undangan untunk acara rapat harus mendatangi satu per satu. Sekarang tidak perlu demikian, cukup kirim undangan lewat e-mail (surel) atau kirim lewat WhatsApp. Untuk berkirim dana berbeda mata uang dan berbeda negara sekarang dapat menggunakan platform finansial seperti PayPal, dan Payooner. Untuk versi lokal di Indoneisa dapat menggunakan aplikasi e-wallet seperti DANA, atau GoPay (dalam aplikasi Gojek). Hal tersebut merupakan suatu contoh efek positif dari implementasi globalisasi dalam suatu organisasi. Namun, untuk kita sebagai muslim, harus secara cermat memilih serta menyeleksi apakah platform maupun aplikasi tersebut menyelisihi terhadap syariat Islam ataupun tidak. Jika tidak ada yang kontradiksi, silahkan gunakan. Jika ada yang menyelisihi, segera tinggalkan. Salah satu contoh yang menyelisihi syariat yaitu mengenai pinjol (pinjaman online), dimana disitu diberlakukan bunga, yang mana kita telah ketahui bersama, bahwa riba itu diharamkan oleh Allah. Riba berdampak buruk pada kehidupan manusia di dunia maupun pada kehidupan selanjutnya. Dengan adanya globalisasi kita dapat saling berinteraksi dan berkomunikasi dengan mengabaikan dimensi jarak serta situasi. Misalnya saat akan diadakan sebuah wisuda di masa pandemi, dapat diatasi dengan cara berpikir kreatif, yaitu dengan mentransformasikan & mengalihkan wisuda tersebut dengan model wisuda online atau wisuda daring. Tentunya hal ini terdapat sisi positif dan juga negatif. Namun hal tersebut setidaknya hal tersebut menjadi solusi alternatif di kala pandemi. Globalisasi dapat menjadi sebuah keuntungan bagi organisasi, terutama untuk perusahaan. Misalnya, manajemen dalam organisasi dapat dialihkan secara online tanpa harus tatap muka. Sorang karyawan diberi tugas untuk mengerjakan sesuatu secara online dan di manajeri secara otomatis melalui platform digital. Karwayan tersebut dapat saling berinteraksi dalam suatu platorm digital dimana platform tersebut bertugas untuk mengatur sebagian bahkan keseluruhan proses dalam organisasi, meskipun diperlukan alokasi dana yang cukup memakan biaya jika membuat platform tersebut dari nol (from stratch) beserta beban pemeliharaan (maintenance). Dalam dunia kerja, hal ini sering disebut dengan istilah âremote workâ atau kerja remote. Hal ini tentunya sangat menguntungkan terutama saat pandemi seperti ini. Namun, disisi lain terdapat hal-hal negatif yang tidak bisa lepas, yaitu ancaman keamanan data dimana semua data pada organisasi tersebut disimpan dalam penyimpanan awan (cloud storage). Bila keamanan tidak dijaga dengan baik, maka berpotensi resiko kehilangan aset berharga. Contohnya yaitu dengan menggunakan virus Ransomware yang mengunci serta menyandera data / aset digital organisasi yang penting dan krusial, dengan meminta tebusan sejumlah uang sebagai tebusan untuk membuka kunci file. Hal tersebut juga merubah perilaku dalam organisasi untuk lebih mengedepankan sisi penjagaan keamanan. Ragam serangan digital lainya juga masih sangat banyak jumlahnya. Hal semacam ini tak sepenuhnya sebuah permasalahan, namun hal ini dapat dianggap sebagai peluang jika dilihat di lain sudut pandang, yaitu dengan adanya ancaman seperti ini, maka organisasi akan lebih bersiap-siap terhadap ancaman yang datang menanti, yang artinya perilaku dalam organisasi tersebut berubah menjadi kebal atau memperkuat diri dan memperkuat pertahanan. Setelah mengetahui sedikit banyak mengenai globalisasi terhadap perilaku organisasi, penulis berharap agar dapat menggunakan fasilitas-fasilitas yang ada dengan semaksimal mungkin dengan tetap berpegang pada syariat Islam. Dengan adanya globalisasi, sudah sepantasnya kita dapat meningkatkan produktivitas, kinerja, serta budaya positif dalam sebuah organisasi. Jangan sampai kita tertinggal, dan jangan sampai kita menyalahkangunakan fasilitas yang kita dapatkan. Karena semua yang kita lakukan akan dipertanggung jawabkan. Kita harus mengejar ketertingalan kita. Kita harus bangkit dan ambil tindakan nyata. Kita harus dapat bersaing dengan negara-negara maju. Mulai dari diri kita sendiri, yang berarti kita memulai sebuah perubahan besar dalam dunia. âSemangatlah dalam hal yang bermanfaat untukmu, minta tolonglah pada Allah, dan jangan malas (patah semangat).â (HR. Muslim no. 2664) Baarakallahu fiikum. Semoga bermanfaat. Semoga Allah Azza Wa Jalla membantu, memberikan yang terbaik, serta meridhoi semua tekad/niatan baik kita. AamiinâŠ

- Noor Adn
- 14 Aug, 2020
Lecture Activities During Pandemic
Today, the world is sick. We know that the world has a pandemic status. The world is attacked by a small, invisible creature that haunts the world. Maybe some of us are scared, some have even been badly affected. The government has started to enforce its PSBB (a term of WFH in Indonesia) policy. All activities are transferred to the online system. Lectures that should have been conducted on campus have now changed the system to E-learning. Not only on campus, junior high, and high school levels too. My nephew who is still in early childhood is like that. Some may respond to this as a threat, something terrifying, and some may even view this as an opportunity for development and a means of maturity. The piling up of assignments made students have a lot of tasks, especially since almost all lecturers gave all assignments. And even worse, if the lecturers donât want to know what the students are experiencing. Sometimes I personally as a student, feel overwhelmed by this, because at home it is not only lectures that I think about, but many things must be done and completed such as helping parents and taking care of the house. Sometimes parents also think that they keep on playing cellphones, even though they are in college. However, if we take the positive side, we can learn a lot from this. One of them is about self-learning and personality development. One of them, I am happy to be able to share information on my Instagram account @nooradn_ even though I am still learning. If I can tell, I am a part-time freelancer and have an introverted personality (MBTI: INTJ). Of course, when the government announced this I didnât panic too much to respond because I was used to the online system. I support this because I am used to it, and maybe it is more comfortable to study alone at home, it seems. I also enjoy taking online seminars and classes. There are lots of seminars that I have attended, both via Whatsapp, Zoom, Instagram Live, and YouTube Live. I feel very grateful to be able to follow all of that. Of course, dividing time sometimes becomes a challenge in itself. But, It may be difficult, but it is not impossible. Sometimes I forget the time, even though Iâve already planned in such a way. Between college assignments, homework, freelance work, and personality development, when to attend seminars, when to watch the digital courses, and so on. Finally, let us maintain the enthusiasm for learning, and donât forget to pray that all of us will always be given health and sufficiency, and hopefully, the coronavirus can be removed from the face of this earth, and ask that conditions become conducive again. I hope, this may be useful. Thank you.